Departemen Anatomi FKKMK turut berkontribusi dalam 8th International Anatomical Sciences and Cell Biology Conference (8th IASCBC) dan 3rd Malaysian Anatomical Association Conference (3rd MAAC) yang mengusung tema “Anatomy Without Boundaries”. Konferensi internasional ini berlangsung di Conexion Conference & Event Centre (CCEC), Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 13-15 Agustus 2025 dan menjadi ajang ilmiah bergengsi yang mempertemukan para akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara. Topik yang diangkat dalam konferensi ini meliputi berbagai aspek anatomi seperti pendidikan anatomi, anatomi perkembangan, anatomi klinis dan terapan, donasi tubuh dan etika anatomi, serta bidang lintas disiplin seperti biologi sel, ilmu saraf, kanker, dan pengobatan regeneratif.
Dua dosen dari Departemen Anatomi, yaitu Prof. Dr. dr. Dwi Cahyani Ratna Sari, M.Kes., PA(K) dan dr. Nur Arfian, Ph.D., hadir secara aktif dan berperan sebagai pemateri dalam sesi presentasi oral sekaligus sebagai session chair pada beberapa sesi konferensi. Pada sesi presentasi oral, Prof. Ani menyampaikan hasil penelitian mengenai potensi asam klorogenat dalam memperbaiki fungsi memori dan potensinya untuk penyakit neurodegeneratif. Sementara itu, dr. Nur Arfian mempresentasikan penelitiannya mengenai cedera ginjal dan pemanfaatan asam klorogenat sebagai agen terapeutik, yang menawarkan prospek penting dalam pengembangan terapi berbasis senyawa alami. Dalam rangkaian acara konferensi tersebut, Prof. Ani juga dipercaya untuk menjadi juri dalam Presentasi Poster serta memimpin sesi Outstanding Student Research Award. Sementara itu, dr. Nur Arfian berperan sebagai chairman pada sesi Plenary Session 3. Peran penting ini menunjukkan komitmen dan kontribusi mereka dalam mendukung kualitas serta keberhasilan acara internasional tersebut.
Selain menyampaikan hasil penelitian, dr. Arfian yang juga aktif sebagai ketua umum Perkumpulan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) serta Prof. Ani turut berdiskusi dengan akademisi internasional mengenai peluang pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan dan riset anatomi. Keterlibatan dalam konferensi ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya: SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan kapasitas akademik, pertukaran ilmu pengetahuan, dan pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran yang relevan secara global; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan menjalin kolaborasi internasional antara institusi pendidikan tinggi, asosiasi profesi, dan peneliti lintas negara dalam memperkuat ekosistem riset dan pendidikan kedokteran. (Penulis: Ratih)




