Yogyakarta — Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan capaian akademik melalui bertambahnya dosen bergelar doktor. Gelar tersebut diraih oleh Dr. dr. Santosa Budiharjo, M.Kes. setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Karakteristik Antropometrik, Biomekanik, dan Kepribadian Atlet Pencak Silat Laki-Laki: Kajian pada Kelompok Atlet Juara dan Bukan Juara di Daerah Istimewa Yogyakarta”. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan multidimensional dalam memahami performa atlet, dengan mengintegrasikan aspek morfologis, kapasitas biomekanik, serta dimensi psikologis dalam satu kerangka ilmiah yang komprehensif.
Disertasi ini mengungkap bahwa atlet pencak silat yang telah terseleksi lolos masuk dalam pusat pelatihan (training center) karakteristik antropometrik, biomekanik, dan somatotipe tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara atlet calon juara dan bukan juara. Namun demikian, penelitian cohort pasca pertandingan dan penentuan juara menunjukan bahwa aspek kepribadian—khususnya dimensi openness, conscientiousness, dan extraversion—menunjukkan perbedaan signifikan dan berperan sebagai prediktor penting dalam pencapaian prestasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan atlet pencak silat tidak semata ditentukan oleh faktor fisik, melainkan juga oleh integrasi adaptif antara kemampuan fisik dan kesiapan psikologis. Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan model hubungan multidimensi yang memberikan kontribusi baru dalam pengembangan ilmu keolahragaan, khususnya dalam konteks pembinaan atlet berbasis bukti ilmiah.
Pencapaian ini tidak hanya memperkuat kapasitas akademik Departemen Anatomi, tetapi juga diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pembinaan olahraga pencak silat di tingkat daerah maupun nasional. Secara lebih luas, hasil penelitian ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan riset dan pendidikan berbasis sains. Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, departemen semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu makroanatomi muskuloskeletal yang berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan dan olahraga. (Penulis: Yusuf Choirul)

