Yogyakarta – Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan dan pelatihan kedokteran melalui kolaborasi lintas disiplin. Pada Jumat, 10 Juli 2026, Departemen Anatomi berkolaborasi dengan Program Studi Neurologi dalam penyelenggaraan workshop pada rangkaian Jogja-CLAN (Jogja Neurology Update) 2026, sebuah forum ilmiah yang mempertemukan para klinisi, akademisi, dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kompetensi di bidang neurologi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, Departemen Anatomi menyediakan Laboratorium Anatomi beserta koleksi preparat anatomi yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dalam sesi workshop. Pemanfaatan fasilitas laboratorium dan preparat anatomi memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mempelajari struktur anatomi secara langsung, sehingga mampu memperkuat pemahaman mengenai korelasi anatomi dengan berbagai prosedur klinis di bidang neurologi. Pendekatan pembelajaran berbasis anatomi ini menjadi salah satu komponen penting dalam meningkatkan keterampilan praktis serta ketepatan interpretasi anatomi pada praktik klinis.
Kolaborasi antara Departemen Anatomi dan Program Studi Neurologi mencerminkan sinergi yang erat antara ilmu dasar kedokteran dan ilmu klinis. Dukungan fasilitas pendidikan yang dimiliki Departemen Anatomi diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi peserta workshop sekaligus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis kompetensi. Selain menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga memperluas jejaring kolaborasi akademik dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran yang berorientasi pada kebutuhan pelayanan kesehatan.
Partisipasi Departemen Anatomi dalam Workshop Jogja-CLAN 2026 sejalan dengan komitmen FK-KMK UGM dalam mendorong kolaborasi multidisiplin untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta SDG 4 (Quality Education) dengan penyediaan pengalaman pembelajaran yang berkualitas, inovatif, dan berbasis praktik melalui pemanfaatan fasilitas laboratorium anatomi. (Penulis: Yusuf Choirul)


